Terang benderang deretan nama pemegang saham emiten di atas 1%
KSEI kini mempublikasikan data pemegang saham emiten di atas 1%, meningkatkan transparansi pasar modal. Data ini mencakup investor besar seperti Lo Kheng Hong.
KSEI kini mempublikasikan data pemegang saham emiten di atas 1%, meningkatkan transparansi pasar modal. Data ini mencakup investor besar seperti Lo Kheng Hong.
Danantara Indonesia yang akan menjadi pemegang saham BEI pasca-demutualisasi pada 2026, memastikan tidak ada konflik kepentingan dengan pengawasan OJK.
OJK akan meningkatkan transparansi pemilik manfaat akhir saham untuk meningkatkan kredibilitas dan daya tarik investasi, merespons pembekuan MSCI.
Direktur Utama PT Esta Indonesia Tbk. (NEST), Hoo Anton Siswanto, membeli 19,7 juta saham senilai Rp8,08 miliar.
Bank Mandiri bagikan dividen interim Rp9,3 triliun pada 14 Januari 2026, mencerminkan kinerja solid dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank of Singapore membeli 2,8 miliar saham Bank Capital (BACA) melalui skema repo, tanpa mengambil alih kendali, dengan harga Rp168 per saham.
BRI dan Bank Mandiri akan membagikan dividen interim triliunan rupiah untuk tahun buku 2025. BRI membagikan Rp137 per saham, sementara Mandiri Rp100 per saham.
Warner Bros. meminta pemegang saham menolak tawaran Paramount dan mendukung merger dengan Netflix, menilai tawaran Netflix lebih unggul dan aman.
Sejumlah emiten keuangan seperti BBCA, BFIN, dan BTPS mengumumkan pembagian dividen interim akhir tahun 2025.
OJK mencabut izin BPR Artha Kramat atas permintaan pemegang saham untuk fokus pada pengembangan BPR Bumi Sediaguna. Semua kewajiban nasabah telah diselesaikan.