IHSG diproyeksi menguat hari puasa pertama (18/2), rekomendasi saham BUVA hingga PANI
IHSG diprediksi menguat pada hari puasa pertama, 19 Februari 2026, dengan rekomendasi saham BUVA, COIN, INET, dan PANI untuk strategi “Buy on Weakness”.
IHSG diprediksi menguat pada hari puasa pertama, 19 Februari 2026, dengan rekomendasi saham BUVA, COIN, INET, dan PANI untuk strategi “Buy on Weakness”.
IHSG diprediksi sideways di 8.180-8.300. Cek saham SMGR, ASII, dan INTP untuk rekomendasi trading hari ini.
IHSG cetak rekor tertinggi di 9.075,41 pada 15 Januari 2026, didorong saham besar seperti DCII, PANI, dan DSSA. Sektor perbankan juga menguat.
Indeks Bisnis-27 menguat 1,13% ke 564,62 pada 13 Januari 2026, didorong kenaikan saham ADMR, ANTM, dan TLKM. IHSG juga dibuka menguat dengan 344 saham di zona hijau.
IHSG awal 2026 mencapai rekor baru 8.859, didorong saham blue chips BYAN, DCII, AMMN, dan ASII. January Effect dan data ekonomi positif mendukung penguatan.
Investor asing mengincar saham big caps Indonesia seperti ASII dan TLKM pada akhir 2025, Muamalat.co.id buy asing mencapai Rp34,93 triliun dalam enam bulan terakhir.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,97% ke 556,03 pada 29 Desember 2025, dengan saham ADMR dan INKP naik signifikan. Sebanyak 14 saham menguat, 9 melemah, dan 4 stagnan.
IHSG melemah 0,55% di tengah volume perdagangan akhir tahun yang lesu. Saham ARTO, TLKM, ANTM, dan ASII direkomendasikan analis untuk strategi trading.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.
Saham DSSA, DCII, dan BRPT jadi pendorong utama IHSG 2025, mencetak rekor baru dengan kontribusi signifikan dari kenaikan harga saham sepanjang tahun.