IHSG diproyeksi menguat hari puasa pertama (18/2), rekomendasi saham BUVA hingga PANI
IHSG diprediksi menguat pada hari puasa pertama, 19 Februari 2026, dengan rekomendasi saham BUVA, COIN, INET, dan PANI untuk strategi “Buy on Weakness”.
IHSG diprediksi menguat pada hari puasa pertama, 19 Februari 2026, dengan rekomendasi saham BUVA, COIN, INET, dan PANI untuk strategi “Buy on Weakness”.
BCA berencana buyback saham hingga Rp5 triliun setelah saham turun 6%. Rencana ini akan dibahas dalam RUPST pada 12 Maret 2026 dan berlangsung 12 bulan.
Saham BBCA berpotensi rebound jelang rilis laporan keuangan 2025. Analis optimis karena valuasi diskon dan fundamental solid, dengan target harga Rp10.800.
Investor besar seperti T Rowe Price dan JP Morgan menjual jutaan lembar saham BBCA di tengah ramainya aksi jual asing dan koreksi harga saham BBCA kemarin.
Saham bank bergerak variatif di tengah kabar Thomas Djiwandono jadi calon Deputi Gubernur BI, namun belum berdampak signifikan pada perdagangan saham.
IHSG ditutup menguat 0,64% ke ATH baru 9.133,87 pada 19 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar Rp16.670 triliun. Saham BUMI, BBCA, dan BBRI aktif diperdagangkan.
Saham perbankan Indonesia menguat meski rupiah tertekan hingga Rp16.961 per dolar AS. BBRI, BBNI, dan BMRI naik signifikan, sementara BBCA dan BNGA stabil.
IHSG cetak rekor tertinggi di 9.075,41 pada 15 Januari 2026, didorong saham besar seperti DCII, PANI, dan DSSA. Sektor perbankan juga menguat.
Indeks Bisnis-27 menguat 1,13% ke 564,62 pada 13 Januari 2026, didorong kenaikan saham ADMR, ANTM, dan TLKM. IHSG juga dibuka menguat dengan 344 saham di zona hijau.
Saham bank besar melemah di awal 2026, kecuali BBCA yang naik. Bagaimana prospek saham bank pada tahun ini?