Setelah IHSG Tembus 8.000, Akankah Sentimen RAPBN 2026 Berlanjut?
IHSG tembus 8.000 didorong sentimen positif RAPBN 2026 dan arus masuk dana asing. Tren ini bisa berlanjut jika kondisi makro dan kebijakan moneter kondusif.
IHSG tembus 8.000 didorong sentimen positif RAPBN 2026 dan arus masuk dana asing. Tren ini bisa berlanjut jika kondisi makro dan kebijakan moneter kondusif.
Dana asing mengalir ke pasar saham Indonesia, Muamalat.co.id buy mencapai Rp6,67 triliun dalam sepekan, menargetkan saham bank besar dan TLKM.
Saham konglomerat seperti DCII, BREN, dan BBCA mendongkrak IHSG naik 4,84% ke 7.898,37 sepekan periode 11 hingga 15 Agustus 2025.
Transaksi crossing saham MDIY senilai Rp13,13 triliun terjadi di pasar negosiasi, Jumat (15/8/2025), dengan harga Rp1.300 per saham.
IHSG ditutup menguat dekati level 8.000 pada hari ini, Rabu (13//8/2024) didukung oleh penguatan saham big caps seperti DCII, DSSA, TLKM, dan ASII.
IHSG menguat 1,84% ke 7.745,72, mendekati rekor all time high pada penutupan sesi I hari ini, Selasa (12/8/2025). Saham PPRE, DKHH, dan IMPC jadi top gainers.
10 saham big caps seperti BREN, DSSA hingga PANI terpantau memuncaki top leaders yang menopang gerak IHSG pada perdagangan hari ini, Senin (11/8/2025).