IHSG Terbang! BRPT & MBMA Jadi Primadona, Asing Borong Saham
IHSG naik 0,73% ke 8.099,33 pada 26 September 2025, didorong oleh saham BRPT dan MBMA. Investor asing beli bersih Rp583,1 miliar, meski tahunan jual bersih Rp53,59 triliun.
IHSG naik 0,73% ke 8.099,33 pada 26 September 2025, didorong oleh saham BRPT dan MBMA. Investor asing beli bersih Rp583,1 miliar, meski tahunan jual bersih Rp53,59 triliun.
IHSG menembus 8.000, namun penguatan ini belum mencerminkan perbaikan fundamental, didorong saham konglomerasi. Mirae Asset targetkan IHSG di 6.900 akhir 2025.
Sejumlah saham big caps seperti AMMN, BMRI hingga BBCA terpantau memuncaki top laggards yang membebani laju IHSG sepekan periode 15 hingga 19 September 2025.
IHSG menguat 0,47% pada 1-4 September 2025 meski saham besar seperti DCII, BREN, dan BBRI menahan Muamalat.co.id sell asing capai Rp5,3 triliun sepekan.
Sepanjang Januari-Agustus 2025, IHSG naik 10,6% dengan saham COIN melonjak 2.280%, menjadi top gainer di BEI.
Investor asing melepas saham bluechip akibat kekhawatiran stabilitas politik dan ekonomi Indonesia, menyebabkan IHSG turun 1,53% pada 29 Agustus 2025.
IHSG ditutup menguat dekati level 8.000 pada hari ini, Rabu (13//8/2024) didukung oleh penguatan saham big caps seperti DCII, DSSA, TLKM, dan ASII.
BEI membuka kembali perdagangan saham DCII dan MFIN mulai 6 Agustus 2025 setelah suspensi terkait kenaikan harga signifikan dan penelaahan informasi.
BEI membuka suspensi saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) mulai 6 Agustus 2025 setelah disuspensi selama 9 hari Bursa karena kenaikan harga signifikan.