IHSG rawan tekanan jual asing, pelaku pasar minta BEI implementasi aturan bertahap
IHSG tertekan akibat aturan baru, pelaku pasar minta BEI terapkan reformasi bertahap untuk mengurangi aksi jual asing dan menjaga stabilitas pasar.
IHSG tertekan akibat aturan baru, pelaku pasar minta BEI terapkan reformasi bertahap untuk mengurangi aksi jual asing dan menjaga stabilitas pasar.
IHSG diprediksi menguat pada 23 Februari 2026, dengan saham IMPC, ARCI, dan VKTR direkomendasikan BRI Danareksa. Sentimen positif dari komunikasi OJK dan BEI.
Joseph Sanusi Tjong, Presiden Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI), membeli 2 juta saham ASRI senilai Rp322 juta untuk investasi langsung.
Empat pejabat OJK dan BEI mundur di tengah IHSG anjlok, memicu evaluasi pengawasan pasar modal. Ekonom Unair sebut ini tanggung jawab moral dan perlu investigasi.
Kejagung memantau isu gorengan saham setelah IHSG anjlok 8% akibat laporan MSCI. Pemerintah menilai reaksi pasar berlebihan dan akan mengawal kasus ini.
Penangguhan rebalancing MSCI mengguncang IHSG, turun 7,35%. Emiten disarankan tingkatkan transparansi data untuk penuhi standar global dan kurangi risiko tata kelola.
BCA berencana buyback saham hingga Rp5 triliun setelah saham turun 6%. Rencana ini akan dibahas dalam RUPST pada 12 Maret 2026 dan berlangsung 12 bulan.
MSCI membekukan perubahan saham Indonesia di indeks globalnya, menghambat harapan masuknya saham BUMI dan SSIA. Langkah ini untuk mengurangi risiko investasi.
MSCI menangguhkan rebalancing indeks saham Indonesia karena kekhawatiran kepemilikan terkonsentrasi. Jika tak ada perbaikan, status pasar bisa diturunkan.
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.