Saham perbankan kompak naik saat rupiah tertekan nyaris Rp17.000 per dolar
Saham perbankan Indonesia menguat meski rupiah tertekan hingga Rp16.961 per dolar AS. BBRI, BBNI, dan BMRI naik signifikan, sementara BBCA dan BNGA stabil.
Saham perbankan Indonesia menguat meski rupiah tertekan hingga Rp16.961 per dolar AS. BBRI, BBNI, dan BMRI naik signifikan, sementara BBCA dan BNGA stabil.
IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.
Saham ANTM, MEDC, dan INCO naik jelang Natal 2025 meski Indeks Bisnis-27 turun 0,37% ke 550,68. Total transaksi mencapai Rp5,32 triliun.
Indeks Bisnis-27 naik 0,88% ke 556,31 pada 17/11/2025, didorong saham MAPI, BBCA, PGEO, dan TLKM. IHSG juga menguat 0,55% ke 8.416,88.
Saham sektor energi naik 1,25% didorong ekspansi emiten migas seperti MEDC, PTRO, dan ENRG, menarik minat investor asing dan Muamalat.co.id buy.
IHSG mencapai rekor ATH baru didorong pemangkasan BI Rate. Saham INDX, DWGL, dan GPSO naik signifikan, sementara LIFE dan PPRI turun. Fokus pasar pada kredibilitas fiskal 2026.
Menkeu Purbaya kaji kebijakan cukai rokok 2026, saham emiten rokok GGRM, HMSP, WIIM, dan ITIC kompak naik.
Delapan emiten Indonesia, termasuk BCAP dan CLEO, masuk FTSE Micro Cap per September 2025, meningkatkan eksposur global dan menguatkan harga saham.
Pemerintah AS pertimbangkan akuisisi saham Intel untuk kembangkan semikonduktor, memperkuat manufaktur di AS, dan meredakan kekhawatiran terkait CEO Intel.