Akhiri tren! The Fed putuskan tahan suku bunga acuan di rapat Januari 2026
The Fed mempertahankan suku bunga 3,5%-3,75% pada Januari 2026, didorong oleh stabilitas ekonomi dan pasar tenaga kerja, meski inflasi masih tinggi.
The Fed mempertahankan suku bunga 3,5%-3,75% pada Januari 2026, didorong oleh stabilitas ekonomi dan pasar tenaga kerja, meski inflasi masih tinggi.
Emiten properti seperti BSDE dan MTLA memanfaatkan stabilitas suku bunga & insentif PPN DTP untuk meningkatkan penjualan di tengah lesunya daya beli masyarakat.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah. Meski menguat, rupiah diprediksi melemah hingga Rp17.000 per dolar AS pada akhir 2026.
Menkeu AS Scott Bessent dorong The Fed pangkas suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meski risiko inflasi meningkat.
Menteri Keuangan Purbaya mengakui injeksi Rp200 triliun ke perbankan belum optimal karena ketidaksinkronan dengan BI, tetapi kini menurutnya koordinasi membaik.
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan kredit 2025 dapat mencapai target minimal 8%, didukung kinerja kredit investasi dan koordinasi kebijakan
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, IHSG terkoreksi 0,11% ke 8.677. Meski bullish, momentum IHSG melambat dengan proyeksi konsolidasi jangka pendek.
The Fed pangkas suku bunga jadi 3,50%-3,75% pada Desember 2025, langkah ketiga berturut-turut pada tahun ini.
Bank Indonesia (BI) akan menurunkan suku bunga, memperkuat kebijakan makroprudensial, mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, dan mendalami pasar uang pada 2026.
Ekonom menilai penurunan BI Rate masih mungkin pada Desember 2025, meski ruang pelonggaran terbatas.