Risalah FOMC The Fed: Kenaikan suku bunga bisa terjadi jika inflasi tetap tinggi
Risalah FOMC The Fed menunjukkan kekhawatiran inflasi akibat perang Iran, memicu kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi terus di atas 2%.
Risalah FOMC The Fed menunjukkan kekhawatiran inflasi akibat perang Iran, memicu kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi terus di atas 2%.
Peluang penurunan suku bunga The Fed pada 2026 kecil akibat ketidakpastian global dan inflasi, meski sebelumnya ada harapan pemangkasan.
Penjualan eceran Indonesia tumbuh 4,1% pada Februari 2026, didorong oleh permintaan Ramadan. BI memproyeksikan pertumbuhan lebih tinggi pada Maret 2026.
Bank Indonesia optimis inflasi DIY terkendali pasca-Lebaran 2026, meski ada kenaikan harga pangan akibat permintaan musiman dan cuaca.
The Fed mempertahankan suku bunga 3,5%-3,75% pada Januari 2026, didorong oleh stabilitas ekonomi dan pasar tenaga kerja, meski inflasi masih tinggi.
Presiden Fed Kansas City, Jeff Schmid, menyarankan suku bunga AS tetap ketat untuk mengendalikan inflasi, meski pasar tenaga kerja mulai mendingin.
Bank Sentral AS The Fed berpeluang memangkas suku bunga pada akhir 2026.
Bank Indonesia memperkirakan inflasi di Sumsel meningkat jelang Nataru 2026 akibat konsumsi tinggi dan tantangan produksi pangan. Upaya pengendalian inflasi terus dilakukan.
Inflasi bulanan Kota Malang pada Oktober 2025 turun ke 0,31% berkat koordinasi TPID dan BI. Inflasi tahunan terkendali di 2,79%, dipengaruhi harga emas, telur, cabai, dan daging ayam.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan tidak ada dukungan untuk pemangkasan suku bunga 0,5%, memilih penurunan moderat 0,25% untuk menjaga stabilitas ekonomi.