Waspada IHSG Diproyeksi Uji Level 8.000, Cek Saham MYOR, LSIP, hingga MBMA
IHSG diproyeksi uji level 8.000 pada 29/10/2025, saham MYOR, LSIP, dan MBMA jadi pilihan. Koreksi harga komoditas dan saham blue chips membebani indeks.
IHSG diproyeksi uji level 8.000 pada 29/10/2025, saham MYOR, LSIP, dan MBMA jadi pilihan. Koreksi harga komoditas dan saham blue chips membebani indeks.
Analis optimistis IHSG capai 8.400-8.600 di akhir 2025 Muamalat.co.id sell asing Rp47,31 triliun. Tantangan global dan domestik masih jadi perhatian.
IHSG fluktuatif menanti keputusan BI Rate, saham bank besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menguat. Investor menunggu penurunan BI Rate jadi 4,5%.
Trump akan memilih pengganti Ketua The Fed Jerome Powell dari lima kandidat utama pada Desember 2025, dengan fokus pada kebijakan suku bunga dan kemampuan manajerial.
IHSG diproyeksi rebound pada 16/10/2025, fokus pada saham EMTK, TLKM, dan ACES. IHSG masih di atas level 8.000, meski koreksi berlanjut.
IHSG mencetak rekor baru meski ada shutdown AS. Dampak positif terlihat dari apresiasi rupiah dan aliran modal asing. Namun, ketidakpastian bisa memicu risiko.
IHSG diprediksi menguat Oktober 2025 didorong efek musiman akhir tahun dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
IHSG diprediksi uji level 8.000; saham UNVR, ANTM, JPFA direkomendasikan. Inflasi naik, surplus perdagangan meningkat, dan Wall Street menguat.
IHSG ditutup menguat ke 8.051,11 pada 19 September 2025, dengan saham BRMS, BRPT, dan BBCA melaju. Kapitalisasi pasar naik ke Rp14.661 triliun.
Harga emas diproyeksikan bullish jelang pengumuman suku bunga The Fed, didorong ekspektasi pemotongan suku bunga dan pelemahan dolar AS.