The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga! Apa Dampaknya ke Rupiah?

The Fed menaikkan suku bunga efektif menjadi 4,11% untuk ketiga kalinya dalam sebulan, mencerminkan tekanan pasar pendanaan dan potensi dampak luas pada pasar uang.

The Fed Pangkas Suku Bunga Oktober 2025? Sinyal Kuat Terungkap!

The Fed siap memangkas suku bunga 25 basis poin akhir Oktober 2025 untuk menstabilkan pasar tenaga kerja AS yang melemah, meski inflasi terkendali.

FOMC Sinyal Pemangkasan Suku Bunga Lanjut, Inflasi Jadi Sorotan Utama

The Fed siap lanjutkan pemangkasan suku bunga tahun ini, meski waspada inflasi. Keputusan didukung mayoritas, dengan proyeksi dua kali pemangkasan lagi.

Inflasi AS Panas! The Fed Rem Tetap Waspada Soal Suku Bunga

Inflasi AS tinggi, The Fed hati-hati pangkas suku bunga untuk menahan permintaan dan mencegah lonjakan harga, meski pasar tenaga kerja tetap sehat.

OPINI: Angin Segar Keran Likuiditas BI

Bank Indonesia menurunkan suku bunga menjadi 4,75% untuk mendorong likuiditas dan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini diharapkan memudahkan kredit dan meningkatkan konsumsi.

Rate Cut AS: Emas Terbang Tinggi, Saatnya Beli?

Harga emas menguat setelah data inflasi AS favorit The Fed sesuai proyeksi pasar, sehingga meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Harga Emas Menguat, Pasar Nantikan Sinyal The Fed

Harga emas naik tipis karena klaim pengangguran AS turun. Investor menanti data inflasi yang dapat memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.

IHSG Lawan September Effect, Cetak Rekor Baru di Tengah Guncangan Politik

IHSG cetak rekor baru di 8.051 meski September Effect, didorong pelonggaran moneter dan reshuffle kabinet. Tren positif diprediksi berlanjut hingga akhir 2025.

Ruang Pertumbuhan Industri Multifinance atau Leasing Efek Penurunan BI Rate

Penurunan BI Rate ke 4,75% diharapkan mendorong ekspansi ekonomi dan pembiayaan multifinance, meski dampaknya baru terasa dalam beberapa bulan.

BI Rate Turun! Strategi Bank Jago

Bank Jago (ARTO) fokus pada profitabilitas meski BI Rate turun jadi 4,75%. Mereka menilai NIM bukan satu-satunya indikator kinerja, dan tetap menjaga pertumbuhan serta profitabilitas.