Prediksi pergerakan IHSG Senin (12/1) usai sempat tembus 9.000, intip saham pilihan
IHSG diprediksi bullish usai tembus 9.000, didorong modal asing dan reli komoditas.
IHSG diprediksi bullish usai tembus 9.000, didorong modal asing dan reli komoditas.
IHSG berpotensi cetak rekor baru meski dibayangi ketegangan AS-Venezuela, didorong January Effect dan akumulasi investor asing.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, IHSG terkoreksi 0,11% ke 8.677. Meski bullish, momentum IHSG melambat dengan proyeksi konsolidasi jangka pendek.
Meski IHSG bullish, minat investor ke obligasi korporasi diproyeksi tetap kuat 2026, dengan penerbitan berpotensi mencapai Rp170 triliun didorong refinancing.
IHSG diprediksi cetak rekor baru hingga 8.600 pekan ini. Saham INKP, PGAS, dan ERAA jadi perhatian. Penurunan suku bunga the Fed dan data ekonomi AS turut memengaruhi.
IHSG diprediksi bullish, menguji level 8.500. Saham ELSA, INKP, dan MYOR jadi pilihan. Waspadai profit taking, konsolidasi di 8.350-8.450.
IHSG berpotensi menembus level 8.600 didukung data ekonomi positif, penurunan suku bunga, dan likuiditas pemerintah. Momentum bullish diprediksi berlanjut.
IHSG diprediksi bullish hingga awal 2026, didorong rebalancing indeks dan window dressing. Namun, ketidakpastian MSCI dan suku bunga global bisa mempengaruhi.
IHSG mencetak rekor tertinggi di 8.126,55, didorong kesepakatan dagang RI-Uni Eropa dan stabilitas rupiah. Pekan depan, pantau kebijakan fiskal dan cukai rokok.
Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi tembus 8.246 pada 2025 dengan saham unggulan di sektor otomotif, energi, teknologi, dan konsumer.