BEI: Ada 8 raksasa siap IPO, Superbank cs mau susul CDIA-RATU
BEI mencatat 8 perusahaan besar antre IPO, termasuk Superbank, menyusul emiten baru seperti CDIA dan RATU.
BEI mencatat 8 perusahaan besar antre IPO, termasuk Superbank, menyusul emiten baru seperti CDIA dan RATU.
IHSG melemah ke 8.632,76 meski saham TLKM, BREN, dan BBCA menguat. Sebanyak 362 saham naik, 293 turun, dan 146 stagnan dengan market cap Rp15.873 triliun.
IHSG diprediksi menembus 10.500 pada 2026 didorong pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter longgar. Sektor perbankan dan konglomerasi jadi pendorong utama.
IHSG ditutup melemah 0,07% ke 8.414,35 pada 21 November 2025, meski saham TPIA, PANI, dan BREN tetap hijau. Market cap mencapai Rp15.421 triliun.
IHSG dibuka menguat di 8.449,54 pada 20/11/2025. Saham BMRI, SGRO, dan BREN naik.
IHSG dibuka menguat 0,25% ke 8.392,28, saham BUMI, GOTO, dan BBCA naik. Pasar didorong data penjualan ritel positif dan ekspektasi global.
IHSG diprediksi menguat pada 12/11/2025, dengan level resistance di 8.488-8.532. Saham ANTM, BMRI, BRPT, dan INDY direkomendasikan untuk dicermati.
IHSG capai rekor tertinggi 8.394,59 pada 3-7 Nov 2025, meski RTNH turun 14,35%. Kapitalisasi pasar naik 2,61% jadi Rp15,32 triliun, sektor infrastruktur memimpin kenaikan.
IHSG sesi I naik 0,26% ke 8.263,12 usai ekonomi tumbuh 5,04% di Q3/2025. Sebanyak 266 saham menguat, dipimpin COIN, GOTO, dan BRMS.
Saham POLU, PPRI, dan DADA memimpin daftar top losers dengan penurunan signifikan di tengah koreksi IHSG 4,14% pada 13-17 Oktober 2025.