IHSG Dibuka di Zona Merah, Saham Emiten Emas ANTM, BRMS, AMMN Jeblok
IHSG dibuka turun 0,21% ke 8.220,4 pada 22/10/2025, dipengaruhi penurunan saham emas seperti ANTM dan BRMS. Saham bank besar menguat, menanti keputusan BI Rate.
IHSG dibuka turun 0,21% ke 8.220,4 pada 22/10/2025, dipengaruhi penurunan saham emas seperti ANTM dan BRMS. Saham bank besar menguat, menanti keputusan BI Rate.
IHSG fluktuatif menanti keputusan BI Rate, saham bank besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menguat. Investor menunggu penurunan BI Rate jadi 4,5%.
BEI berencana mengubah perhitungan minimum free float emiten IPO dari basis ekuitas menjadi kapitalisasi pasar agar klasifikasi perusahaan lebih relevan.
Saham Grup Barito Pacific mendongkrak IHSG naik 2,94% di September 2025, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp14.890 triliun, tertinggi sepanjang sejarah.
IHSG naik 0,23% ke 8.118,30, kapitalisasi pasar BEI capai Rp15.079 triliun. Transaksi harian naik, namun nilai transaksi turun 11,24% jadi Rp25,02 triliun.
BEI mencatat 11 perusahaan siap IPO di 2025, fokus pada kualitas. Hingga Q3 2025, 23 perusahaan telah IPO dengan dana Rp15,1 triliun. BEI targetkan 66 IPO baru.
Investor fokus pada saham komoditas, dengan EMAS dan BUMI dominasi transaksi.
Investor asing memburu saham EMAS hingga BRMS Muamalat.co.id buy Rp5,09 triliun, didorong oleh penurunan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat.
IHSG naik 0,6% pekan ini dengan investor Muamalat.co.id buy Rp5 triliun, meski Muamalat.co.id sell Rp53,6 triliun sepanjang 2025. Kapitalisasi pasar BEI naik 1,74%.
BEI sedang mengkaji penyesuaian aturan free float saham untuk menjaga keseimbangan pasar dan mendukung likuiditas.