IHSG Menguat? Rekomendasi Saham BBCA, BBTN, dan Lainnya!
IHSG berpotensi menguat dengan rekomendasi saham bank seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BBTN di tengah pelonggaran moneter dan stabilitas ekonomi.
IHSG berpotensi menguat dengan rekomendasi saham bank seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BBTN di tengah pelonggaran moneter dan stabilitas ekonomi.
Pemerintah alokasikan Rp200 triliun ke Himbara sebagai likuiditas murah usai BI turunkan suku bunga ke 4,75%, dorong pertumbuhan kredit hingga dua digit.
The Fed turunkan suku bunga 0,25% ke 4,00%-4,25% untuk mengatasi perlambatan pasar tenaga kerja dan sinyalkan pemangkasan lebih lanjut hingga akhir 2025.
Dolar AS melemah setelah The Fed memangkas suku bunga 0,25%, sementara euro dan yen menguat. Pemangkasan ini bertujuan menjaga pasar tenaga kerja di tengah perlambatan ekonomi.
BI optimis ekonomi 2025 tumbuh di atas 4,6-5,4% didorong ekspor dan belanja pemerintah, meski konsumsi masih lemah.
Pasar saham Indonesia mulai mencatatkan arus masuk dana asing di tengah kinerja kinclong indeks harga saham gabungan (IHSG).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik Kemenkeu dan BI atas perlambatan ekonomi akibat dana pemerintah yang mengendap di bank sentral, mencapai Rp800 triliun.
Airlangga Hartarto menyatakan skema burden sharing antara BI dan Kemenkeu akan dibahas lebih lanjut untuk mendukung program Asta Cita dan stabilisasi ekonomi.
Asing mulai meredam aksi jual pada awal September 2025 seiring kondisi politik lebih kondusif yang membuka ruang bagi masuknya kembali aliran dana ke pasar.
Bank Indonesia kembali menerapkan skema burden sharing untuk mendukung program ekonomi pemerintah di tengah defisit APBN. Kebijakan ini menimbulkan risiko terhadap independensi moneter dan stabilitas pasar.