Wall Street menguat, indeks S&P 500 cetak rekor berkat saham AI
Wall Street menguat dengan S&P 500 cetak rekor berkat saham AI. Saham Nvidia, Microsoft, dan Amazon naik, sementara sektor material memimpin kenaikan.
Wall Street menguat dengan S&P 500 cetak rekor berkat saham AI. Saham Nvidia, Microsoft, dan Amazon naik, sementara sektor material memimpin kenaikan.
Investor asing tertarik ke pasar saham Indonesia pada 2026 karena stabilitas ekonomi, valuasi menarik, dan potensi pemangkasan suku bunga.
Pada 2026, BEI menargetkan 50 IPO baru dengan minat investor tinggi. Meski saham IPO 2025 mencatat kenaikan signifikan, seleksi fundamental tetap penting.
Saham konglomerat naik di 2025, namun di 2026 investor harus selektif dan fokus pada fundamental. Rebalancing disarankan jika valuasi saham terlalu tinggi.
Saham konglomerat seperti DCII, MORA, dan BUMI memimpin IHSG 2025. Meski valuasi premium, prospek 2026 masih dipertanyakan karena gap fundamental.
Saham BREN dan BRMS jadi incaran asing usai masuk indeks MSCI, mendorong inflow dana asing ke pasar saham Indonesia. Faktor global dan domestik mendukung tren ini.
Sejumlah saham seperti BBCA dan BUKA menguat akibat buyback, namun dampaknya sementara. Buyback meningkatkan EPS dan ROE, tapi bisa menghambat ekspansi bisnis.
Bursa Efek Indonesia mencatat 13 calon emiten dalam pipeline IPO 2025. Minat investor tinggi, dipengaruhi stabilitas makro dan kekuatan konglomerasi.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) mendirikan anak usaha baru, PT Solusi Sinergi Borneo (SSB), di Pontianak untuk ekspansi bisnis di bidang ISP dan perdagangan.
Masih ada saham diskon di indeks LQ45 jelang pengumuman inflasi September 2025.