Performa solid, Bank Mandiri bagikan dividen interim Rp9,3 triliun
Bank Mandiri bagikan dividen interim Rp9,3 triliun pada 14 Januari 2026, mencerminkan kinerja solid dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Mandiri bagikan dividen interim Rp9,3 triliun pada 14 Januari 2026, mencerminkan kinerja solid dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Mandiri (BMRI) membagikan dividen interim Rp9,3 triliun pada 14 Januari 2026.
Dividen interim BRI (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) akan masuk ke rekening pemegang saham pekan depan.
Analis merekomendasikan akumulasi saham bank besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI yang valuasinya murah menjelang 2026. Saham komoditas BYAN dan AMMN butuh pendekatan selektif.
Lo Kheng Hong berencana mempercantik portofolio sahamnya pada 2026, fokus pada saham perbankan dan sektor pertambangan, didorong penurunan suku bunga.
Bank Mandiri raih 5 penghargaan BI 2025, perkuat peran ekonomi nasional dengan inovasi dan transformasi berkelanjutan, dukung kebijakan moneter dan sistem pembayaran.
Investor asing borong saham BMRI dan BBYB, sementara BBRI dan BBCA dilepas. BMRI Muamalat.co.id buy Rp103,2 miliar, Muamalat.co.id sell Rp531,92 miliar.
Saham bank Himbara naik setelah 84% dana injeksi pemerintah Rp200 triliun terealisasi, menurunkan CoF dan mendorong pertumbuhan kredit hingga 10% YoY akhir 2025.
Prospek yield dividen BUMN meningkat, Danantara Indonesia targetkan penerimaan Rp140 triliun pada 2025, didukung valuasi saham murah dan sektor perbankan.
Dana asing keluar Rp53,96 triliun dari pasar saham RI sepanjang 2025 meski IHSG naik 13,72% ytd, dipicu kekhawatiran atas risiko fiskal dan pelemahan rupiah.