IHSG ditutup melemah 0,92% ke level 8.620, saham tambang masih panas
IHSG melemah 0,92% ke 8.620 pada 11 Desember 2025, dengan saham tambang menguat. Pasar masih konsolidasi, fokus pada kebijakan moneter global.
IHSG melemah 0,92% ke 8.620 pada 11 Desember 2025, dengan saham tambang menguat. Pasar masih konsolidasi, fokus pada kebijakan moneter global.
Indeks Bisnis-27 melemah 1,27% ke 546,78 pada 11 Desember 2025, dengan saham DSNG, NCKL, dan INDF ambruk. IHSG juga turun 0,92% ke 8.620,48.
Superbank akan IPO di BEI dengan harga Rp635/saham, menawarkan 4,40 miliar saham.
PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) akan IPO di BEI, menawarkan 4,4 miliar saham senilai Rp2,79 triliun dengan harga Rp635 per saham. Penawaran berlangsung 10-15 Desember 2025.
BEI mencatat 8 perusahaan besar antre IPO, termasuk Superbank, menyusul emiten baru seperti CDIA dan RATU.
Erwin Ciputra, Direktur Utama Chandra Asri Pacific (TPIA), membeli 200.000 saham TPIA senilai Rp1,44 miliar untuk investasi langsung.
BEI mengeluarkan 24 saham dari pemantauan khusus mulai 28 Nov 2025, termasuk ATAP dan PADI, karena kriteria likuiditas dan harga saham.
BEI melakukan suspensi terhadap saham BOGA, BHAT dan PADA mulai hari ini, Kamis 27 November 2025 karena kenaikan harga signifikan.
Superbank menawarkan penjatahan pasti IPO SUPA bagi 8.000 nasabah yang membuka saku baru di aplikasi dan rekening efek di Trimegah Sekuritas hingga 27 Nov 2025.
Superbank, bagian dari Grup Emtek milik Eddy Sariaatmadja, siap IPO di BEI pada 17 Desember 2025, menambah daftar emiten grup ini dengan target dana Rp3,06 triliun.