Kejatuhan pasar saham picu net sell asing di obligasi RI Rp3,3 triliun lebih
Investor asing menjual obligasi RI senilai Rp3,3 triliun akibat kejatuhan pasar saham, dipicu peringatan MSCI soal transparansi pasar.
Investor asing menjual obligasi RI senilai Rp3,3 triliun akibat kejatuhan pasar saham, dipicu peringatan MSCI soal transparansi pasar.
IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887,16 dengan 750 saham melemah, termasuk saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, BRPT, dan CUAN yang turun lebih dari 10%.
Empat pejabat OJK dan BEI mundur di tengah IHSG anjlok, memicu evaluasi pengawasan pasar modal. Ekonom Unair sebut ini tanggung jawab moral dan perlu investigasi.
Kejagung memantau isu gorengan saham setelah IHSG anjlok 8% akibat laporan MSCI. Pemerintah menilai reaksi pasar berlebihan dan akan mengawal kasus ini.
Bareskrim Polri menyelidiki pidana gorengan saham saat IHSG anjlok 8% akibat aksi spekulasi dan kebijakan MSCI. Kasus ini sudah dalam tahap penyidikan.
IHSG anjlok akibat sentimen MSCI, BEI melakukan evaluasi pasar. Isu reshuffle Kabinet Prabowo semakin kuat, saat Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI.
Penangguhan rebalancing MSCI mengguncang IHSG, turun 7,35%. Emiten disarankan tingkatkan transparansi data untuk penuhi standar global dan kurangi risiko tata kelola.
BEI bersama SRO dan OJK berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan MSCI untuk memperkuat posisi pasar modal Indonesia di mata investor global.
Saham BRPT, DSSA, dan DCII anjlok sepekan, menekan IHSG turun 0,83% ke 8.537,91. Kapitalisasi pasar turun 1,17%, transaksi harian turun 30,91%.
Saham TLKM, UNVR, dan GGRM naik meski IHSG turun 2,94% pada 27/10/2025. IHSG diprediksi koreksi, namun beberapa saham direkomendasikan oleh analis.