Tensi AS-Venezuela panas, saham emas diproyeksi cuan
Tensi geopolitik antara AS-Venezuela yang tengah memanas diperkirakan akan berdampak terbatas terhadap IHSG, dengan saham di sektor emas yang diproyeksi bisa meraup keuntungan.
Tensi geopolitik antara AS-Venezuela yang tengah memanas diperkirakan akan berdampak terbatas terhadap IHSG, dengan saham di sektor emas yang diproyeksi bisa meraup keuntungan.
IHSG sesi I ditutup naik 0,65% ke level 8.804,84 dengan saham migas MEDC & ENRG menguat. Optimisme pasar didorong oleh Santa Claus Rally dan January Effect.
IHSG berpotensi cetak rekor baru meski dibayangi ketegangan AS-Venezuela, didorong January Effect dan akumulasi investor asing.
IHSG diprediksi melemah akibat ketegangan AS-Venezuela. Investor disarankan memantau saham PYFA, ASSA, HMSP, PNBN, DATA, dan SCMA.
IHSG melemah 0,55% di tengah volume perdagangan akhir tahun yang lesu. Saham ARTO, TLKM, ANTM, dan ASII direkomendasikan analis untuk strategi trading.
Wacana menaikkan batas minimal free float saham IPO menjadi 10% dinilai sulit, karena banyak emiten belum memenuhi aturan 7,5%. Fokus perbaikan diperlukan.
IHSG melemah 0,83% ke 8.537,91 pada pekan Natal 2025, dengan kapitalisasi pasar turun 1,17% menjadi Rp15.603 triliun. Transaksi harian juga menurun.
IHSG turun 0,71% jelang Natal, rawan koreksi. Cermati saham MDKA, TINS, MBMA, dan SMBR untuk peluang beli.
Saham blue chip kalah performa Muamalat.co.id buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
IHSG pekan ini diprediksi akan melanjutkan koreksi dengan potensi menguji level 8.500 hingga 8.550. Cek rekomendasi saham ENRG, SIDO, hingga MEDC.