Mandiri Sekuritas: IHSG level 9.000 tinggal tunggu waktu
Mandiri Sekuritas optimis IHSG capai 9.000, didorong investor ritel dan sektor konsumer, perbankan, telekomunikasi, ritel, serta pertambangan.
Mandiri Sekuritas optimis IHSG capai 9.000, didorong investor ritel dan sektor konsumer, perbankan, telekomunikasi, ritel, serta pertambangan.
IHSG diprediksi menguat didorong akumulasi asing dan potensi pelonggaran moneter The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham uptrend.
IHSG naik 1,46% pekan ini, didukung saham FILM, MORA, dan TLKM. Kapitalisasi pasar BEI naik 1,39% Muamalat.co.id buy asing Rp2,48 triliun.
IHSG diprediksi menembus 10.500 pada 2026 didorong pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter longgar. Sektor perbankan dan konglomerasi jadi pendorong utama.
IHSG cetak rekor ATH baru di 8.617,04 didorong Santa Rally, optimisme window dressing, dan kebijakan moneter. Proyeksi capai 9.250 pada 2026.
Saham lapis kedua seperti INET hingga CBRE telah mengalami penguatan signifikan, berpeluang menopang IHSG hingga akhir tahun ini.
IHSG diproyeksi konsolidasi di kisaran 8.500-8.600 pada 2 Desember 2025. Saham pilihan: INDY, ANTM, UNVR. Investor mencermati data ekonomi domestik dan global.
IHSG naik 0,52% ke 8.414,35, mencetak rekor tertinggi baru, sementara RNTH turun 8,45% pada pekan 17-21 November 2025. Kapitalisasi pasar naik 0,49%.
IHSG menguat jelang pengumuman BI Rate, saham DEWA, BUMI, MDKA naik. IHSG dibuka di 8.384,36 dengan kapitalisasi pasar Rp15.355 triliun.
IHSG dibuka menguat ke 8.425, didorong saham TPIA, ASII, dan bank besar. Sebanyak 210 saham naik, 235 turun, dan 511 stagnan.