IHSG Sesi I Menguat Usai Ekonomi RI Naik 5,04% Kuartal III/2025
IHSG sesi I naik 0,26% ke 8.263,12 usai ekonomi tumbuh 5,04% di Q3/2025. Sebanyak 266 saham menguat, dipimpin COIN, GOTO, dan BRMS.
IHSG sesi I naik 0,26% ke 8.263,12 usai ekonomi tumbuh 5,04% di Q3/2025. Sebanyak 266 saham menguat, dipimpin COIN, GOTO, dan BRMS.
Saham POLU, PPRI, dan DADA memimpin daftar top losers dengan penurunan signifikan di tengah koreksi IHSG 4,14% pada 13-17 Oktober 2025.
Saham infrastruktur menguat didorong dana SWF Danantara, meski IHSG koreksi. Rotasi saham terjadi, dipicu kebijakan fiskal dan sentimen pasar positif.
IHSG diprediksi bergerak konsolidasi di rentang 8.080-8.180. Saham pilihan: BREN, TOBA, CTRA. Investor menanti data cadangan devisa dan pidato The Fed.
IHSG diproyeksi melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan, didukung penguatan rupiah, stimulus pemerintah, dan data ekonomi positif.
IHSG diprediksi menguat pekan depan dengan saham ASII, JSMR, hingga ICBP sebagai rekomendasi.
IHSG diprediksi menguat Oktober 2025 didorong efek musiman akhir tahun dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
IHSG diproyeksi bertahan di atas 8.000 pada Q4 2025 meski ada depresiasi rupiah Muamalat.co.id sell asing. JP Morgan revisi target IHSG ke 8.600 dengan potensi arus modal asing.
IHSG diperkirakan bergerak sideways pada pekan depan di kisaran 7.970–8.070 karena minim sentimen baru, dengan saham industri unggul dan properti tertekan.
IHSG diprediksi rawan koreksi pada perdagangan Senin (8/9/2025). Analis rekomendasikan buy on weakness untuk ADMR, ESSA, RAJA, dan speculative buy untuk GOTO.