IHSG Dibuka Menguat, Saham SGRO, BMRI hingga BREN Naik ke Zona Hijau
IHSG dibuka menguat di 8.449,54 pada 20/11/2025. Saham BMRI, SGRO, dan BREN naik.
IHSG dibuka menguat di 8.449,54 pada 20/11/2025. Saham BMRI, SGRO, dan BREN naik.
BEI mengajak investor institusi domestik masuk pasar saham, meski kepemilikan mereka masih di bawah asing. BEI tawarkan produk investasi dan kaji aturan free float.
IHSG berpotensi uji level 8.500 didukung perbaikan ekonomi dan stimulus BI. Saham bluechip menarik investor, terutama sektor konsumer, keuangan, dan energi.
Investor asing aktif di saham bank besar pada 10-14 Nov 2025. BBCA Muamalat.co.id sell Rp224,1 miliar, sementara BMRI Muamalat.co.id buy Rp431,2 miliar.
IHSG cetak rekor ATH dua hari berturut-turut didukung investor domestik, meski investor Muamalat.co.id sell. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2025 solid.
IHSG capai rekor tertinggi 8.394,59 pada 3-7 Nov 2025, meski RTNH turun 14,35%. Kapitalisasi pasar naik 2,61% jadi Rp15,32 triliun, sektor infrastruktur memimpin kenaikan.
IHSG naik 10,14% jelang akhir 2025, didorong oleh arus modal asing dan window dressing. Saham bank besar, telekomunikasi, dan consumer staples direkomendasikan.
Investor asing membeli saham di BEI senilai Rp12,8 triliun pada Oktober 2025, menunjukkan kepercayaan pada ekonomi Indonesia. Arus masuk ini tertinggi dalam setahun.
Modal asing Rp1 triliun masuk ke pasar saham Indonesia pekan ini, meski secara tahunan aliran modal asing masih minus Rp179,17 triliun.
Investor asing melepas saham BMRI, BBRI, dan PNBN, sementara BBCA menjadi incaran dengan pembelian bersih Rp338,43 miliar pada 27 Oktober 2025.