IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887, saham AMMN, BRPT hingga CUAN kompak merah

IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887,16 dengan 750 saham melemah, termasuk saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, BRPT, dan CUAN yang turun lebih dari 10%.

Ada sentimen pergantian kepemimpinan BEI dan OJK, cek rekomendasi saham pekan depan

Pergantian kepemimpinan BEI dan OJK diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan pasar modal pekan depan.

Beda dengan Purbaya, IMF ramal ekonomi RI 2026 hanya tumbuh 5,1%

IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% pada 2026, naik dari proyeksi sebelumnya. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan 4,9%-5,7%.

Pasar saham 2026 diyakini prospektif, intip racikan reksa dana Manulife Aset (MAMI)

Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) optimistis pasar saham 2026 akan tumbuh. MAMI pun telah mempersiapkan sektor-sektor saham pilihannya.

BI lapor uang beredar tumbuh 8,3%, capai Rp9.891,6 triliun pada November 2025

Uang beredar di Indonesia tumbuh 8,3% YoY, mencapai Rp9.891,6 triliun pada November 2025, didorong oleh peningkatan M1 dan uang kuasi.

Revisi UU PPSK: Purbaya Dukung, BI Lebih Pro Pertumbuhan Ekonomi?

Menteri Keuangan Purbaya mendukung revisi UU P2SK untuk memperkuat peran BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% dan meningkatkan koordinasi antar lembaga keuangan.

Dilepas Grup Sampoerna, Saham Sampoerna Agro (SGRO) Meroket 250,71% YTD

Saham Sampoerna Agro (SGRO) melonjak 250,71% YTD setelah Grup Sampoerna menjual 65,721% sahamnya ke AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan POSCO International.

OJK Bidik Kapitalisasi Pasar Saham 70% Terhadap PDB Akhir 2025

OJK menargetkan kapitalisasi pasar saham mencapai 70% PDB pada 2025, dengan IHSG mencapai ATH 13 kali. Saat ini, kapitalisasi pasar sudah 69,18%.

Membedah IHSG Pekan Ini ATH 2 Hari Beruntun, di Mana Posisi Investor Asing?

IHSG cetak rekor ATH dua hari berturut-turut didukung investor domestik, meski investor Muamalat.co.id sell. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2025 solid.

Ramalan Suram Ekonomi RI 2025: IMF, OECD, ADB, Bank Dunia Pesimis!

IMF, OECD, ADB, dan Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh di bawah 5% pada 2025, lebih rendah dari target pemerintah 5,2%. Faktor global dan kebijakan fiskal mempengaruhi.