Hujan cuan emiten batu bara, pesta dividen ADRO hingga Baramulti (BSSR)
Emiten batu bara seperti BSSR, ADRO, dan AADI membagikan dividen besar kepada pemegang saham, didorong oleh kenaikan laba dan aksi korporasi strategis.
Emiten batu bara seperti BSSR, ADRO, dan AADI membagikan dividen besar kepada pemegang saham, didorong oleh kenaikan laba dan aksi korporasi strategis.
Lo Kheng Hong berencana mempercantik portofolio sahamnya pada 2026, fokus pada saham perbankan dan sektor pertambangan, didorong penurunan suku bunga.
Pada tahun 2026, saham sektor energi dan peternakan diprediksi menarik bagi investor yang mengejar dividen.
Pasar saham Indonesia diproyeksikan cerah pada 2026, saham batu bara dan perbankan menarik bagi pemburu dividen.
Alamtri Resources Indonesia (ADRO) membeli 231 juta saham Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) senilai Rp331,48 miliar untuk meningkatkan investasi.
Low Tuck Kwong membeli 11,55 juta saham BYAN, meningkatkan kepemilikannya menjadi 40,22%. Meski pendapatan BYAN naik, laba bersih turun 7,30% pada 2025.
Ekspor batu bara Indonesia turun 21,74% hingga Juli 2025. Analis optimis musim dingin bisa memicu rebound saham batu bara seperti AADI, ITMG, dan UNTR.
Hashim Djojohadikusumo akuisisi saham, suksesi Grup Djarum berjalan mulus, dan saham SSIA diproyeksi tumbuh dobel digit.
Low Tuck Kwong terpantau mempertebal kepemilikannya di emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) sebanyak 1,13 juta lembar pada awal Agustus 2025.