Aksi divestasi Chengdong di saham BUMI berlanjut, jual 3,71 miliar lembar pada 1-22 Desember
Chengdong Investment Corp menjual 3,71 miliar saham BUMI pada Desember 2025, menurunkan kepemilikan dari 6,99% menjadi 5,99%.
Chengdong Investment Corp menjual 3,71 miliar saham BUMI pada Desember 2025, menurunkan kepemilikan dari 6,99% menjadi 5,99%.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.
Saham DSSA, DCII, dan BRPT jadi pendorong utama IHSG 2025, mencetak rekor baru dengan kontribusi signifikan dari kenaikan harga saham sepanjang tahun.
IHSG turun 0,71% jelang Natal, rawan koreksi. Cermati saham MDKA, TINS, MBMA, dan SMBR untuk peluang beli.
Saham blue chip kalah performa Muamalat.co.id buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
Saham konglomerat seperti BUMI dan BRMS masih prospektif di 2026, meski valuasi tinggi. Momentum didorong narasi akuisisi dan rotasi komoditas.
Saham konglomerat seperti DCII, MORA, dan BUMI memimpin IHSG 2025. Meski valuasi premium, prospek 2026 masih dipertanyakan karena gap fundamental.
IHSG dibuka melemah 0,16% ke 8.606,55, saham perbankan turun, saham emas naik. Analis prediksi koreksi, rekomendasi buy on weakness untuk AMRT dan WIFI.
IHSG melemah 0,29% pada 10-14 Nov 2025, dipengaruhi saham DSSA, BBCA, dan BBRI. Volume transaksi harian naik 99,35% menjadi 53,95 miliar lembar.
UBS AG menjual 225 juta saham BUMI, menyisakan 23,99 miliar saham (6,46%). BUMI merencanakan obligasi Rp780 miliar dengan bunga 9% untuk akuisisi dan pengembangan.