Deretan saham blue chips konglomerat BYAN, DCII, AMMN pendorong IHSG awal 2026

IHSG awal 2026 mencapai rekor baru 8.859, didorong saham blue chips BYAN, DCII, AMMN, dan ASII. January Effect dan data ekonomi positif mendukung penguatan.

Kaleidoskop 2025 dari pasar modal: Kala saham teknologi jadi primadona

Pasar saham Indonesia 2025 didominasi saham teknologi, IDXTECHNO naik 143,55% ytd. Saham sektor lain juga menguat, namun IDXFINANCE dan IDXNONCYC tertinggal.

Saham konglomerat Prajogo Pangestu hingga Bakrie, mana yang masih prospektif 2026?

Saham konglomerat seperti BUMI dan BRMS masih prospektif di 2026, meski valuasi tinggi. Momentum didorong narasi akuisisi dan rotasi komoditas.

Meneropong nasib saham paling cuan 2025, sanggup melesat lebih tinggi 2026?

Saham konglomerat seperti DCII, MORA, dan BUMI memimpin IHSG 2025. Meski valuasi premium, prospek 2026 masih dipertanyakan karena gap fundamental.

Saham Konglomerat DSSA, DCII: Potensi Multibagger 2026? Analisis Lengkap!

Tren penguatan saham konglomerat diperkirakan berlanjut 2026, didorong oleh aksi korporasi, program investasi pemerintah, dan rebalancing indeks saham global.

DSSA, DCII Cs: Saham Multibagger Taipan Terbang Tinggi 2025?

Saham konglomerat seperti DSSA dan DCII mencatat lonjakan multibagger tahun ini yang didukung transformasi bisnis dan tren global.

IHSG Kuartal IV/2025: Rupiah Loyo, Asing Kabur, Bagaimana Nasibnya?

IHSG diproyeksi bertahan di atas 8.000 pada Q4 2025 meski ada depresiasi rupiah Muamalat.co.id sell asing. JP Morgan revisi target IHSG ke 8.600 dengan potensi arus modal asing.