Wall Street ditutup variatif merespons sinyal prospek kebijakan The Fed
Wall Street ditutup variatif; Dow naik, Nasdaq turun. The Fed sinyalkan kebijakan longgar, sektor material dan keuangan menguat, Oracle anjlok.
Wall Street ditutup variatif; Dow naik, Nasdaq turun. The Fed sinyalkan kebijakan longgar, sektor material dan keuangan menguat, Oracle anjlok.
Wall Street menguat setelah The Fed memangkas suku bunga 25 basis poin, dengan mayoritas sektor S&P 500 naik. Proyeksi PDB AS 2026 naik jadi 2,3%.
Harga emas turun 0,2% jelang rapat The Fed, dengan pasar menanti sinyal suku bunga. Emas diprediksi bisa mencapai US$5.000 per troy ounce di 2026.
IHSG cetak rekor ATH baru di 8.617,04 didorong Santa Rally, optimisme window dressing, dan kebijakan moneter. Proyeksi capai 9.250 pada 2026.
Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit 8%-12% pada 2026, bagaimana dengan para bankir?
Bursa saham AS di Wall Street melemah akibat kenaikan yield obligasi dan data manufaktur. Investor menanti keputusan suku bunga The Fed pekan depan.
Harga emas stabil di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember, didorong data penjualan ritel AS yang lemah dan pernyataan dovish pejabat The Fed.
Wall Street reli karena ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed Desember 2025, didorong data ekonomi lemah dan komentar dovish pejabat The Fed.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% pada November 2025 untuk mengantisipasi ketidakpastian global, meski ruang pelonggaran tetap terbuka.
Gubernur The Fed, Christopher Waller, mendorong pemangkasan suku bunga pada Desember 2025 karena pelemahan pasar tenaga kerja AS dan tekanan pada konsumen.