Rilis data ekonomi AS tekan Wall Street, investor tunggu sinyal The Fed

Wall Street melemah akibat data ekonomi AS yang mengecewakan, investor menunggu sinyal kebijakan The Fed. Indeks utama turun, sektor energi tertekan.

Wall Street ditutup variatif merespons sinyal prospek kebijakan The Fed

Wall Street ditutup variatif; Dow naik, Nasdaq turun. The Fed sinyalkan kebijakan longgar, sektor material dan keuangan menguat, Oracle anjlok.

Wall Street ditutup menghijau usai The Fed turunkan suku bunga

Wall Street menguat setelah The Fed memangkas suku bunga 25 basis poin, dengan mayoritas sektor S&P 500 naik. Proyeksi PDB AS 2026 naik jadi 2,3%.

Bursa Saham AS di Wall Street Lesu Tertekan Kenaikan Yield Obligasi

Bursa saham AS di Wall Street melemah akibat kenaikan yield obligasi dan data manufaktur. Investor menanti keputusan suku bunga The Fed pekan depan.

Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed Desember Picu Reli Wall Street

Wall Street reli karena ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed Desember 2025, didorong data ekonomi lemah dan komentar dovish pejabat The Fed.

Danantara Mengalir Oktober 2025: Peluang Investasi dari Kampung Haji ke Pasar Modal

Danantara Investment Management disebut akan menyalurkan sekitar US$10 miliar atau Rp165,83 triliun dalam tiga bulan pertama operasionalnya mulai Oktober 2025.

Wall Street Menunggu Suku Bunga The Fed Pekan Ini, Turun atau Ditahan?

Wall Street menanti keputusan The Fed terkait suku bunga minggu ini, dengan ekspektasi pemangkasan 25 basis poin untuk merespons pelemahan pasar tenaga kerja AS.

IPO 2025: AS Cetak Rekor, Indonesia Kalah dari Malaysia!

EY melaporkan peningkatan IPO global sebesar 17% pada semester I/2025, dengan AS dan Hong Kong memimpin. Indonesia mencatat jumlah IPO menurun pada periode ini.