IHSG sepekan ambles 6,94%, kapitalisasi pasar menguap Rp1.198 triliun
IHSG melemah 6,94% dalam sepekan hingga 30 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar menguap Rp1.198 triliun akibat sentimen MSCI dan volatilitas tinggi.
IHSG melemah 6,94% dalam sepekan hingga 30 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar menguap Rp1.198 triliun akibat sentimen MSCI dan volatilitas tinggi.
Saham emas seperti EMAS, ANTM, dan HRTA melonjak seiring kenaikan harga emas global akibat ketidakpastian kebijakan AS dan ekspektasi kebijakan The Fed.
Pelemahan rupiah mendekati Rp17.000 berdampak berbeda pada sektor saham. Sektor ekspor diuntungkan, sementara sektor impor tertekan biaya. IHSG tetap optimis.
Investor asing tertarik ke pasar saham Indonesia pada 2026 karena stabilitas ekonomi, valuasi menarik, dan potensi pemangkasan suku bunga.
Harga emas global melonjak akibat konflik AS-Venezuela, mendorong saham emiten emas seperti BRMS, ANTM, dan HRTA menguat signifikan pada 5 Januari 2026.
Sepanjang 2025, pasar saham Indonesia Muamalat.co.id sell asing Rp17,34 triliun, meski IHSG naik 22,13%. Saham BBCA dan BMRI jadi sasaran utama.
Investor asing mengincar saham big caps Indonesia seperti ASII dan TLKM pada akhir 2025, Muamalat.co.id buy asing mencapai Rp34,93 triliun dalam enam bulan terakhir.
Wacana menaikkan batas minimal free float saham IPO menjadi 10% dinilai sulit, karena banyak emiten belum memenuhi aturan 7,5%. Fokus perbaikan diperlukan.
Sepanjang 2025, IHSG mencetak 23 rekor tertinggi baru, mencapai puncaknya di level 8.710,69 pada Desember, didorong oleh katalis domestik dan global.
IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Muamalat.co.id buy asing signifikan.