BI DKI targetkan pertumbuhan ekonomi Jakarta 4,8%-5,6% pada 2026
Bank Indonesia DKI Jakarta menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,8%-5,6% pada 2026, didukung inflasi terkendali, konsumsi rumah tangga, investasi, dan proyek infrastruktur.
Bank Indonesia DKI Jakarta menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,8%-5,6% pada 2026, didukung inflasi terkendali, konsumsi rumah tangga, investasi, dan proyek infrastruktur.
IHSG tertekan, namun Menkeu Purbaya optimis rebound dan ekonomi tumbuh 6% berkat fundamental kuat dan respons cepat pemerintah.
Pemerintah Indonesia, bersama BEI dan aparat hukum akan menindak tegas spekulan saham untuk menjaga kredibilitas pasar modal.
The Fed mempertahankan suku bunga 3,5%-3,75% pada Januari 2026, didorong oleh stabilitas ekonomi dan pasar tenaga kerja, meski inflasi masih tinggi.
Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur BI, berjanji sinergi moneter-fiskal untuk dorong ekonomi, didukung semua fraksi DPR.
Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4% pada 2026 meski IMF memproyeksikan 5,1%, didukung stabilitas makroekonomi dan kebijakan fiskal.
IHSG pekan depan dipengaruhi stabilisasi rupiah dan arus dana asing. Pasar menanti suku bunga The Fed dan data ekonomi AS untuk menentukan arah risiko global.
Sektor properti diprediksi stabil pada 2026 dengan suku bunga BI 4,75%.
Bank Indonesia menyuntikkan Rp397,9 triliun ke perbankan awal 2026, hampir dua kali lipat dana pemerintah. Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan suku bunga kredit.
Presiden Fed Kansas City, Jeff Schmid, menyarankan suku bunga AS tetap ketat untuk mengendalikan inflasi, meski pasar tenaga kerja mulai mendingin.