Rekor lagi! IHSG mendarat di level 9.075,41 hari ini (15/1)
IHSG cetak rekor tertinggi di 9.075,41 pada 15 Januari 2026, didorong saham besar seperti DCII, PANI, dan DSSA. Sektor perbankan juga menguat.
IHSG cetak rekor tertinggi di 9.075,41 pada 15 Januari 2026, didorong saham besar seperti DCII, PANI, dan DSSA. Sektor perbankan juga menguat.
Saham milik konglomerat seperti BRPT hingga RATU menjadi top laggards IHSG 2026 akibat valuasi premium dan aksi profit taking, di tengah rotasi sektor energi.
Saham blue chip kalah performa Muamalat.co.id buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
Erwin Ciputra, Direktur Utama Chandra Asri Pacific (TPIA), membeli 200.000 saham TPIA senilai Rp1,44 miliar untuk investasi langsung.
IHSG dibuka menguat ke 8.425, didorong saham TPIA, ASII, dan bank besar. Sebanyak 210 saham naik, 235 turun, dan 511 stagnan.
IHSG cetak rekor baru di 8.312,57, didorong saham perbankan dan milik Prajogo. Saham ASII, BBNI, BMRI, BBRI, dan BREN berkontribusi signifikan.
IHSG mencapai rekor tertinggi 8.257,85 pada 6-10 Oktober 2025, didorong saham CUAN, AMMN, dan PGUN. Kapitalisasi pasar BEI naik 3,19% menjadi Rp15.560 triliun.
Edi Riva’i, Direktur Chandra Asri, membeli 38.500 saham TPIA untuk investasi. Pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon mencapai 33%, mendukung hilirisasi nasional.
IHSG menguat 0,47% pada 1-4 September 2025 meski saham besar seperti DCII, BREN, dan BBRI menahan Muamalat.co.id sell asing capai Rp5,3 triliun sepekan.
Sejumlah saham big caps seperti BBCA, AMMN hingga TLKM terpantau memuncaki top laggards yang membebani laju IHSG sepekan periode 25 hingga 29 Agustus 2025.