IHSG rawan tekanan jual asing, pelaku pasar minta BEI implementasi aturan bertahap
IHSG tertekan akibat aturan baru, pelaku pasar minta BEI terapkan reformasi bertahap untuk mengurangi aksi jual asing dan menjaga stabilitas pasar.
IHSG tertekan akibat aturan baru, pelaku pasar minta BEI terapkan reformasi bertahap untuk mengurangi aksi jual asing dan menjaga stabilitas pasar.
Meski IHSG turun, BEI melihat ini sebagai peluang akumulasi jangka pendek karena reformasi transparansi pasar modal diharapkan meningkatkan daya tarik global.
IHSG berpotensi rebound ke 7.150-7.200 pekan ini, meski tekanan jual dan sentimen global masih membayangi. Saham JPFA, TAPG, dan MBMA jadi rekomendasi BRI Danareksa.
IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.
REI DKI Jakarta dorong 25 pengembang IPO hingga 2028, targetkan dana Rp5 triliun untuk modal dan pengelolaan utang.
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.
OJK memperketat sanksi di pasar modal untuk cegah manipulasi saham dan informasi menyesatkan, guna menjaga integritas dan kepercayaan investor.
OJK akan meningkatkan transparansi pemilik manfaat akhir saham untuk meningkatkan kredibilitas dan daya tarik investasi, merespons pembekuan MSCI.
Pemerintahan Prabowo Subianto menghadapi tekanan fiskal, moneter, dan finansial awal 2026. Defisit APBN melebar, rupiah melemah, dan IHSG anjlok.
Presiden Prabowo menegaskan dukungan pemerintah terhadap pasar keuangan Indonesia di tengah gejolak. OJK menunjuk pejabat baru untuk menjaga stabilitas.